JAWA BARAT — Gempa berkekuatan dahsyat yang berpusat di Laut Flores tidak hanya merusak bangunan, tetapi juga mengganggu infrastruktur kelistrikan. Namun, tim teknis PLN bergerak cepat mengamankan jaringan dan memastikan pembangkit tetap beroperasi. Hasilnya, pasokan utama untuk seluruh Pulau Flores dinyatakan aman dan siap menyalurkan listrik ke jaringan distribusi.
“Alhamdulillah, dari sisi pembangkitan Daya Mampu Pasok sudah mencapai 111 MW. Ini lebih dari cukup untuk melayani beban saat ini sekitar 95 MW maupun kondisi normal sekitar 105 MW. Seluruh 11 Gardu Induk juga sudah pulih 100 persen. Artinya, dari sisi pasokan utama kita sudah sangat siap,” ujar Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam keterangan resminya, Minggu (16/8).
Fokus Perbaikan Jaringan di Nagekeo dan Reo
Setelah pasokan utama normal, pekerjaan berat kini bergeser ke hilir. PLN mengerahkan seluruh personel untuk memperbaiki jaringan distribusi yang menyalurkan listrik dari gardu induk ke rumah pelanggan. Hingga kini, masih ada satu penyulang yang terganggu akibat gempa dan longsor, dengan sejumlah tiang listrik roboh dan patah.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTT F. Eko Sulistyono menyebut dua wilayah terdampak terparah adalah Kabupaten Nagekeo dan Reo. Tim gabungan telah dipetakan untuk mengganti tiang-tiang rusak secara masif. “Seluruh kekuatan dan personel kami kerahkan secara all-out untuk memperbaiki dan mengganti tiang-tiang yang rusak. Kami berharap penyulang yang masih mengalami gangguan dapat segera dipulihkan hari ini, sepanjang kondisi kebencanaan memungkinkan,” kata Darmawan.
Eko menambahkan, jika kebutuhan material di lapangan melebihi stok yang ada, mobilisasi tambahan dari wilayah lain akan segera dilakukan. Perbaikan ditargetkan rampung secepatnya, namun tetap mengutamakan keselamatan pekerja di tengah ancaman gempa susulan. “Kita harus bergerak cepat, tetapi tetap memastikan setiap langkah di lapangan dilakukan dengan aman,” tegasnya.
Listrik Prioritas untuk Fasilitas Publik
Dalam masa tanggap darurat ini, PLN memprioritaskan aliran listrik untuk fasilitas vital yang menunjang penanganan korban. Rumah sakit, bandar udara, kantor pemerintahan, hingga lokasi pengungsian menjadi fokus utama agar layanan dasar masyarakat tidak lumpuh.
Darmawan menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, BPBD, TNI, dan Polri yang berkolaborasi di lapangan. “Sinergi ini sangat membantu kami menghadapi berbagai tantangan dan mempercepat proses pemulihan kelistrikan di wilayah terdampak,” tambahnya.
Dengan pasokan pembangkit yang surplus 16 MW dari kebutuhan normal, PLN memastikan keandalan sistem tetap terjaga. Perusahaan berkomitmen mengawal pemulihan hingga seluruh pelanggan di Flores kembali menyala, sembari terus memantau perkembangan kondisi geologi di lapangan.